Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

NEGERI Provinsi Bali melakukan sejumlah penyesuaian terhadap persyaratan uji usap (swab) berbasis PCR bagi wisatawan yang ingin ke Pulau Dewata meniti transportasi udara berdasarkan hasil rakor dengan Menko Bidang Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Rapat dengan berlangsung pukul 14. 00 Wita ini, perlu saya informasikan kalau pemerintah pusat sudah mendapatkan bukti dari opini yang berkembang di masyarakat, terkait dengan antisipasi libur panjang pada Hari Natal & menyambut Tahun Baru di sedang pandemi COVID-19, ” kata Carik Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dalam rapat koordinasi terkait Hari Natal dan Menyambut Tahun Terakhir yang dipimpin langsung oleh Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui “video conference” dari Jakarta, diikuti tepat oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Kamis.

Kemudian dari rapat tadi diberlakukan penyesuaian yang disepakati dengan 3 poin utama yaitu Pertama, keyakinan tentang pengendalian perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru berlaku tiba 19 Desember 2020.

“Jadi Surat Informasi Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Daerah Bali berlaku tanggal 19 Desember 2020, ” ujar Dewa Indra.

Lalu, pada kesepakatan penyesuaian yang Kedua berkaitan dengan persyaratan PCR. Sebelumnya, di dalam SE Gubernur disebutkan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat petunjuk hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimal 2 x 24 jam (H-2, red) sebelum keberangkatan.

Baca juag:   Suci Berencana Tutup Seluruh Objek Wisata selama Nataru

Pada rapat tadi, disesuaikan menjadi maksimal H-7 para PPDN yang melakukan perjalanan dengan pemindahan udara wajib menunjukkan surat informasi hasil negatif uji swab berbasis PCR.

“Ketiga, ada pengecualian – pengkhususan di dalam persyaratan ini, pengecualiannya adalah untuk penumpang yang berusia 12 tahun ke bawah, atau dibawah 12 tahun maka dikecualikan dari hasil tes PCR atau rapid test antigen, ” ucapnya.

Dewa Indra menambahkan, di luar rapat penyerasian yang dipimpin langsung oleh Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Rabu (16/12) telah berlangsung rapat secara Forkominda se-Bali dan Sekda se-Bali dengan menghadirkan instansi terkait.

Dari rapat tersebut, ada beberapa hal yang dipertimbangkan dari kewajiban tes PCR, ialah para penumpang pesawat transit di Bandara Ngurah Rai Bali, lalu terbang lagi keluar Bali, maka hal ini dikecualikan. Selanjutnya, untuk kru pesawat yang tidak turun ke Bali, juga dikecualikan.

“Dan penumpang yang berasal dari daerah yang tidak ada fasilitas tes PCR-nya, maka itu diizinkan mengakar Bali dengan catatan setiba merembes Bali, petugas akan mengarahkan pengikut tersebut untuk ikut tes PCR atau antigen, ” katanya. (Ant/OL-7)