Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

WARGA dan pemerintah daerah di kaki Gunung Merapi masih harus waspada. Pasalnya, biar aktivitas vulkanis sepekan terakhir lebih rendah daripada sebelumnya, ancaman bahaya masih bisa terjadi setiap saat.

“Aktivitas vulkanis Merapi masih cukup luhur. Karena itu, kami masih menetapkan status siaga dan belum bakal diturunkan, ” tegas Kepala Rumah Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Hanik Humaira, kemarin.

Potensi mematikan berupa guguran lava, lontaran material vulkanis saat terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh suntuk 5 kilometer. Karena itu, Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten harus bersiap diri dengan jalan mitigasi bencana jika letusan terjadi setiap saat.

“Penambangan di alur su­ngai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi tetap harus dihentikan. Pelaku wisata tidak boleh naik ke medan rawan bencana III, ” tambah Hanik.

Dalam menangapi fatwa itu, Pemkab Klaten juga memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat hingga 31 Desember. “Saat ini, kami masih menampung 334 pengungsi di Rumah Desa Balerante dan Tegalmulyo, ” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nur Tjahjono Suharto.

Sementara tersebut, bencana alam karena faktor iklim juga masih terjadi di penuh lokasi. Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, banjir melanda Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan. Ratusan rumah direndam air dengan ketinggian hingga 1 meter.

Banjir dan tanah longsor memimpin kejadian bencana alam di Praja Sukabumi, Jawa Barat. Total total kejadiannya mencapai 185 kali selama 2020. “Meski kota kecil, level kerawanan di Sukabumi cukup tinggi. Wilayah kami berada di medan tebing dan didominasi tanah labil, ” aku Kepala Seksi Pencegahan BPBD Zulkarnain Barhami.

Catatan yang nyaris sama harus ditulis oleh BPBD Agam, Sumatra Barat. Tahun tersebut, kejadian petaka mencapai 194 kali. Jumlah itu membuat daerah tersebut menjadi kabupaten paling rawan bala di Sumatra Barat.

“Bencana alam bersifat banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran lahan, dan jalan turun, ” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Syafrizal.

Tahun ini, Kota Bengkulu bertambah siap menghadapi tsunami. Pasalnya, BMKG memasang tiga sirene peringatan pra tsunami di kawasan pantai. (AT/JS/UL/YH/MY/N-2)