Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

DIREKTUR Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot menegaskan, ada izin khusus terkait investasi mencari potensi Benda Bagasi Kapal Tenggelam (BMKT) atau harta karun di lembah laut.

Dia mengatakan, buat bidang usaha pengangkatan BMKT kegiatan tersebut memang terbuka dalam rangka penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Untuk Administratif perizinan melalui Online Single Submission (OSS), tetapi untuk pengangkatan ada izin khusus dan sifatnya sangat teknis, ” jelas Yuliot kepada Media Indonesia, Jumat (12/3).

Perizinan istimewa tersebut, kata Yuliot, didasari karena sifat potensi harta karun dibawah laut itu dianggap sebagai cagar kebiasaan. Di mana, pengambilan bahan itu tidak sembarang dikasih alias bisa diangkat ataupun tidak.

Baca serupa: Mentan Terlepas Ekspor Produk Pertanian di Jatim Rp140 Miliar

“Dan menurut identifikasi ada 464 titik potensi tersebut. Nilainya ada historis situs dan nilai barang yang perlu penelitian dari Kementerian Bahari dan Perikanan (KKP). Sifatnya cagar budaya, jadi dapat diangkat atau tidak diizinkan, “jelas Yuliot.

Adapun kebijaksanaan tersebut tertuang dalam Sistem Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bagian Usaha Penanaman Modal. Kebijakan itu merupakan aturan anak dari Undang-Undang (UU) Bagian 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Sebelumnya adalah bidang usaha tertutup diatur dalam Perpres 44/2016, akan tetapi sekarang diperbolehkan, ” pungkas Yuliot.

Sebelumnya, Kementerian Bahari dan Perikanan (KKP) & Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan PMKT Indonesia (APPP BMKTI) mencatat Indonesia punya potensi menyimpan benda barang kapal tenggelam di 464 titik perairan nasional.

Harta karun dikatakan berasal daripada bangkai-bangkai kapal yang masuk di perairan Indonesia. Seperti kapal dagang dari Tiongkok, Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, dan lainnya. (OL-4)