Kerap Umum Pemegang Saham Luar Umum (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk menyetujui Penambahan Modal Tanpa Menyerahkan Hak Memesan Efek Terlebih Awal (PMTHMETD) atau private placement kepada KB Kookmin Bank.
   
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan di aksi private placement   tersebut perseroan akan menerbitkan sejumlah bagian baru yang akan diserap tepat oleh KB Kookmin Bank maka porsi kepemilikan sahamnya mencapai 67% di Bank Bukopin.
   
“Hal tersebut sependirian dengan komitmen KB Kookmin Bank dalam memberikan kontribusinya terhadap pengukuhan fundamental Bank Bukopin,
jadi kinerja perseroan dapat tumbuh berkelanjutan, ” ujar Rivan saat bertemu pers secara virtual usai RUPSLB di Jakarta, Selasa (25/8).
   
Bank Bukopin berhasil mendapat restu dari para-para pemegang saham yang hadir pada rapat untuk segera melaksanakan lagak korporasi tersebut.   Sebanyak 96, 12%suara dari seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat putus atas aksi tersebut.
   
Rivan menuturkan yang mendasari dilakukannya private placement adalah penyelamatan ekonomi nasional khususnya di perbankan.
   
“Maka kemudian diperkenankan melakukan private placement, karena dibutuhkan percepatan, recovery yang lekas. Kalau melalui metodologi biasa, benar tidak secepat apa yang kita lakukan sekarang, ” kata Rivan.
   
Tengah itu terkait harga per bagian, lanjut Rivan, pihaknya saat tersebut belum menentukannya. Namun, dalam penentuan harga per saham dalam p rivate placement tersebut, perseroan akan selalu berdiri pada tata kelola perusahaan yang baik (GCG), kondisi keuangan Bukopin, dan sejumlah faktor lainnya.

“Sehingga bakal dapatlah pricing kira-kira harganya berapa, dengan bisa diumumkan pada saat sebelum pelaksanaannya, ujar Rivan.

Sebelumnya Bank Bukopin telah menyelesaikan aksi korporasi di rangka penguatan modal perseroan mencuaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V yang telah selesai pada 27 Juli 2020 lalu.
   
Atas hasil itu, perseroan berhasil mendapat dukungan permodalan dari KB Kookmin Bank (KB) dan pemegang saham lainnya, sekali lalu menjadikan KB Kookmin Bank jadi pemegang saham terbesar saat ini dengan kepemilikan 33, 9%.
   
Rivan mengatakan aksi korporasi yang dilakukan itu tidak lain adalah bentuk pengukuhan fundamental Bank Bukopin. Guna menstimulus industri, tutur Rivan, maka Bank Bukopin pun perlu melakukan ekspansi masif yang tentu saja perlu ditopang dengan fundamental likuiditas yang kokoh.

Atas hasil pelaksanaan private placement , modal pokok perseroan akan bertambah hingga kisaran Rp3, 5 triliun, setelah sebelumnya berada pada posisi Rp2, 5 triliun. (Ant/E-1)