Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

HINGGA kini beragam produk turunan bambu sudah dikembangkan oleh Pande Ketut Diah Kencana, di antaranya ialah asap cair, briket, & teh bambu. Olahan rebung juga dikemas dengan beragam cara, misalnya dengan divakum, kemudian ada juga pengemasan menggunakan botol dan standing pouch.

Meski telah banyak menghasilkan keluaran, Ketua Pusat Penelitian Bambu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Asosiasi (LPPM) Universitas Udayana, Bali, ini masih bertekad tidak berhenti berinovasi.

“Saya akan fokus untuk melakukan pengkajian lebih banyak terkait produk bani bambu tabah. Sampai sekarang, belum banyak yang dilakukan untuk mengacu hilirisasi dari produk turunan bambu, ” ujarnya.

Perempuan yang juga pernah menerima penghargaan Kementerian Koperasi serta Kementerian Pertanian terkait bambu tabah itu mengaku akan mengajak pihak kampus, mahasiswa, dan pegiat bambu lainnya untuk menggali potensi bambu tabah.

Banyaknya tugas yang harus dikerjakan untuk melestarikan dan mengembangkan produk bambu tabah, menjadi alasannya pula untuk mendirikan sejumlah lembaga. Gerombolan Tani Bambu Alam Sejahtera (BAS), dikatakannya, bertugas untuk pengembangan pada sektor hulu, seperti pembibitan, watak daya, serta kegiatan panen baur dan rebung.

Panen dari para petani kemudian diolah dan dipasarkan meniti Koperasi Produsen Tunas Bambu Lestari. Sementara itu, Yayasan Bambu Kawasan Sejahtera didirikan untuk untuk memberi pelatihan, pendampingan kelompok-kelompok tani, mulai pelatihan budi daya sampai proses pengerjaan dengan kerja sama akademisi & pemerintah terkait. (Dmr/M-1)