Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

RENCANA pemerintah dengan akan mengimpor beras ditolak oleh kalangan mahasiswa. Pasalnya, kebijakan ini hanya bakal merugikan petani
menetapi saat ini memasuki musim panen.

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bandung Muh
Bachroen Ilham menilai, rencana Departemen Perdagangan yang akan
mengimpor beras sangat jauh dari konsep kedaulatan bertabur yang ada di
Indonesia. “Menandakan bahwa tersedia yang salah dengan contoh pikir pemerintah dalam memastikan kebijakan, ” katanya di sela-sela Rapimcab GMNI Bandung, di Bandung, Selasa (23/3).

Acara Ini dihadiri serupa Asisten Administrasi Setda Daerah Jawa Barat
Dudi Sudrajat Abdurachim, dan Ketua Bidang Organisasi DPD Perserikatan
Alumni GMNI Jawa Barat, Pamriadi.

Bachroen memperhitungkan, jika direalisasikan, kebijakan negeri tersebut sangat menyakiti petani lokal yang jumlahnya benar besar. “Impor beras hendak menyengsarakan petani beras yang ada di Indonesia. ”

Sebagai organisasi gerakan kemahasiswaan yang memiliki ideologi
Marhaenisme, pihaknya menjadikan kasus ini sebagai isu sempurna. Penolakan terhadap impor beras inipun muncul berdasarkan kajiannya
terhadap isu-isu dengan berdampak terhadap kaum Rendah.

Terlebih, sebagai organisasi mahasiswa dengan strategi machtsvorming serta machtsaanwending, pihaknya harus tetap bergerak untuk menyelamatkan dan menyejahterakan kaum Marhaen.

“Impor beras di saat petani panen ini jelas membuktikan ketidakberpihakan kepada kaum Marhaen. Kebijakan itu hanya akan
menyengsarakan, ” katanya.

Sementara itu, dalam rapimcab yang mengusung tema ‘Merawat Indoenesia,
Mengukuhkan Kebhinekaan Berlandaskan Trisakti Bung Karno sebagai Jalan
Melahirkan Cita-Cita Proklamasi 1945′ ini, salah satunya menghasilkan
kurikulum kaderisasi GMNI dalam rangka meningkatkan kapasitas
intelektualitas kader. “Hasil rapimcab DPC GMNI Bandung 2021 ini akan
kami bahas lebih lanjut dalam rapat pengurus DPC GMNI Bandung, ” tandas Bachroen. (N-2)