Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Pertalian (Kemenhub) Budi Setiyadi menguraikan empat risiko bagi umum yang memaksakan diri mudik menggunakan agen perjalanan ilegal.

Pertama, penumpang berisiko terpapar COVID-19 karena travel gelap tidak menjalankan protokol kesehatan tubuh (prokes). Bila ada utama penumpang membawa virus tersebut, maka satu mobil itu akan tertular yang lalu akan membahayakan masyarakat di lokasi tujuan pemudik.

“Angkutan ilegal atau travel gelap, biasanya pengemudi atau operatornya tidak memperhatikan prokes COVID-19. Pokoknya terisi penuh, bahkan penuh makin banyak untungnya, ” kata Budi Setiyadi dalam webinar “Mudik Segar Dari Rumah” bersama Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Jumat petang (30/4).

“Makanya kami melakukan pencegahan dengan menindak tegas travel gelap supaya masyarakat tak terkena COVID-19. Kalau tersedia satu yang bawa virus, semuanya kena, ” prawacana dia.

Risiko kedua, menurut dia adalah penumpang travel gelap tidak mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan lalulintas.

“Travel gelap, karena ilegal, jika mengalami kecelakaan tidak di-cover asuransi Jasa Raharja, tidak dijamin, berbeda dengan yang sah, ” kata dia.

Budi menjelaskan, risiko ketiga untuk penumpang travel adalah beban atau ongkos yang luhur, namun tidak disertai servis optimal. “Travel gelap tarifnya tinggi banget. Penumpang menderita, harga lebih mahal & tidak mendapat layanan protokol pencegahan COVID-19, ” prawacana dia.

Baca Juga: Seminari BSB Maumere jadi Klaster Covid-19

Hal keempat dengan menjadi risiko menggunakan travel gelar adalah dapat merusak ekosistem transportasi darat dengan sudah resmi. Ia mengutarakan, penumpang bus resmi mau berkurang karena sebagian penumpang memaksakan diri memakai travel gelap.

“Travel gelap merusak ekosistem angkutan yang sudah legal atau sudah berizin. Makanya kalau bus sah berplat kuning keluar lantaran terminal lalu penumpangnya kurang, itu akibat penumpang asing yang memakai travel kelam. Merusak ekosistem, ” introduksi Budi.

Direktorat Lalu Lin (Ditlantas) Polda Metro Hebat telah menangkap 115 instrumen travel gelap di provinsi Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari operasi, 27-28 April 2021.

Sebanyak 115 travel gelap terjaring melalui operasi gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Operasi tersebut dilakukan cantik melalui patroli siber pada media sosial dan perlindungan langsung di jalur mudik.

Koordinator Jaringan Aksi Kesejahteraan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, selain menetapkan penyebaran COVID-19, pembatasan pegangan juga turut menurunkan angka kecelakaan.

“Berdasarkan data dengan saya kutip dari Korlantas Polri, pada 2020 urusan kecelakaan turun 31 upah dengan tingkat fatalitas yang juga menurun hingga 63 persen, ” kata tempat.

Namun demikian, Edo mengingatkan bahwa potensi mobilitas kelompok tetap ada selama masa mudik, misalnya saat berpelesir di dalam kota.

“Tetaplah jalankan prokes, dan yang terpenting saling menjaga keselamatan agar masalah kecelakaan lalulintas bisa diminimalisir, ” prawacana Edo.

Untuk itu, Edo kembali menggaungkan sinergitas para pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta hingga masyarakat buat bersama-sama menekan fatalitas kesusahan secara maksimal. (ant/OL-13)

Mengaji Juga: Nekat Bawa Pemudik, 115 Kendaraan Travel Suram Disita