Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

KONGRES Komisi Nasional Indonesia untuk Irigasi dan Drainase (KNI-ID)/ Indonesian National Committee On Irrigation And Drainage (INACID) dengan berlangsung Sabtu-Minggu (27-28/2) di Bandar Lampung berupaya merumuskan strategi pengembangan lumbung bertabur ( food estate ).

Menteri Order Umum dan Perumahan Anak buah (PUPR) Basoeki Hadimuljono mengucapkan pengembangan lumbung pangan terus-menerus harus segera diwujudkan untuk mengantisipasi krisis pangan akibat pandemi Covid-19 sekaligus menjunjung pemulihan ekonomi nasional.

Kementerian PUPR tengah mengembangkan food estate seluas 165. 000 hektare di Kabupaten Kembali Pisau dan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Pada samping itu, telah diprogramkan pengembangan food estate di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, & Papua.

PUPR juga merevitalisasi lahan eks-PLG yang tidak lahan gambut, melainkan alluvial seluas 165. 000 hektare di Kalimantan Tengah. Itu semua butuh tata kelola air yang sangat detail dan akurat. PUPR memprioritaskan penanganan drainase sehingga lahan tidak tergenang dan bisa ditanami.

“Sementara di Sumatera Utara dan NTT dengan merupakan lahan kering kita fokuskan ke irigasinya menggunakan gun sprinkler, ” rata Basoeki dalam arahan dengan disampaikan secara virtual, Sabtu (27/2) di Fakultas Cara Universitas Lampung (Unila), Dalang Lampung.

Dalam pengembangan food estate, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Secara tuntutan besar, tantangan tersebut meliputi tata kelola air, ekonomi masyarakat, lingkungan, kelembagaan, dan pembiayaan. “Dibutuhkan pemikiran & kolaborasi dari berbagai sektor untuk mendapat solusi yang tepat dan dapat diaplikasikan di lapangan, ” perkataan Basoeki.

Menteri Basoeki berharap kongres KNI-ID dapat memancing pemikiran dan merumuskan solusi terbaik untuk tantangan-tantangan dengan akan dihadapi pada pengembangan food estate di bervariasi wilayah.

Lampung Jadi Jadi Penopang Ketahanan Bertabur

Pemerintah Provinsi Terkatung-katung mendukung pengembangan food estate serta menyatakan kesiapan menjadi penopang Ketahanan Pangan Nasional.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memaparkan di sedang situasi pandemi, Provinsi Lampung berhasil meningkatkan produksi daerah pertanian sekitar 20 upah dibanding tahun sebelumnya.

Terkatung-katung merupakan sentra utama akar kayu peringkat pertama di Indonesia dengan produksi 4, 92 juta ton ataupun kontribusi nasional mencapai 30 persen. Sentra kopi robusta dengan produksi 110 ribu ton atau sekitar 16 persen dari produksi nasional.

“Selain itu Lampung serupa menjadi sentra padi dengan produksi mencapai 2, 1 juta ton, jagung dengan produksi mencapai 2, 4 juta ton, lumbung ternak sapi dengan jumlah populasi sebesar 819 ribu buntut, ” papar wakil gubernur yang akrab disapa Nunik itu saat membuka Webinar KNI-ID, Sabtu (27/2).

Untuk mendukung sektor pertanian, Terkatung-katung memiliki lahan baku sawah seluas 361. 699 hektare dan lahan kering 2, 2 juta hektare. Pemprov Lampung juga telah memberikan usulan penambahan luas lahan baku sawah seluas 6. 575 hektare untuk bisa diverifikasi oleh Kementerian ATR/BPN.

Rektor Universitas Lampung Karomani menambahkan, sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki menghiraukan khusus di bidang pertanian, Unila memiliki lebih daripada 30 paten riset yang dapat digunakan. Pembangunan berbasis riset dibutuhkan untuk melahirkan lumbung pangan berkelanjutan.

“Saya ingat 1984, Indonesia sudah menorehkan prestasi swasembada bertabur dan mendapatkan penghargaan FAO. Kita harus berterimakasih kepada Pak Harto. Hal-hal dengan baik dari Orde Mutakhir patut kita apresiasi. Semoga adanya food estate balik memperkuat ketahanan pangan Nusantara, ” ujar Karomani.

Sebelumnya juga telah dilaksanakan Webinar KNI-ID 2021 dengan jumlah peserta mencapai 1. 750 orang. Webinar mengangkat tema Pengembangan dan Pengelolaan Lumbung Pangan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Memajukan Kesejahteraan Petani dalam Dunia Strategis yang Dinamis.

Terlihat dalam kegiatan tersebut di antaranya, Ketua KNI-ID Menyekat Saf Ahmad, Peneliti UNESCO-IHE Prof Bart Schultz, Eksekutif Perluasan dan Perlindungan Tanah Ditjen PSP Kementan Erwin Noor Wibowo, Akademisi UGM Budi Santoso Wignyosukarto, Akhlak Satyawan Wardana dari Institusi Restorasi Gambut, Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Pembiayaan DJPI Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna. (OL-13)