KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mau memperpanjang masa pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada 2020 terhadap daerah yang memiliki calon tunggal. Masa perpanjangan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Sudah tidak ada prospek partai lain atau gabungan kelompok lain dapat mencalonkan, maka lestari dilakukan perpanjangan tiga hari ya, ” ujar Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dalam diskusi virtual, Rabu (2/9).

Hasyim menjelaskan pendaftaran pencalonan Pilkada 2020 akan berlangsung pada 4-6 September 2020. Kerap kali dalam sebuah daerah partai politik yang memiliki kursi mayoritas mencalon satu pasangan calon tunggal.

Baca pula: PDIP: Kampanyekan Tempat Kosong Pertanda tak Siap Berkompetisi

Bedasarkan pasal 89 ayat (1) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015 tentang pencalonan Pilkada, mengatur apabila sampai dengan akhir era pendaftaran pasangan calon hanya ada satu atau tidak ada pasangan calon yang mendaftar, dilakukan perpanjangan masa pendaftaran paling lama 3 hari.

Waktu perpanjangan akan digunakan penyelenggara pemilu di daerah dengan paslon tunggal untuk sosialisasi. Bahwa zaman pendaftaran ditundaa untuk memberikan jalan bakal pasangan calon yang ingin mendaftar.

“Kemudian KPU di daerah yang ada di situasi ini melahirkan SK penundaan Pilkada ya. & kemudian menyusun jadwal ulang untuk pendaftaran calon, ” tuturnya.

Namun, kalau sampai batas perpanjangan tidak ada paslon yang mendaftar, tahapan pilkada tetap dilanjutkan dengan calon sendiri.

“Artinya dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan verifikasi dokumen, dan seterusnya, ” jelasnya.

Lalu KPU akan melakukan pengundian bagian urut antara calon tunggal dengan kolom kosong. Hal itu buat menempatkan calon tunggal dan tulisan kosong sesuai nomor urut.

“Kalau hanya satu paslon, undian itu cuma sifatnya untuk menempatkan posisi tulisan calon dan kolom kosong pada daftar calon, dan juga di dalam desain surat suara, ” tandasnya. (OL-1)