SEPERTI daerah yang lain di Indonesia, pandemi virus korona (covid-19) di Kalimantan Selatan belum mereda. KPUD Kalsel ingatkan ancaman penyebaran covid selama proses Pilkada.

“KPU menerapkan protokol kesehatan dalam cara pelaksanaan Pilkada dan mengingatkan kepada para peserta pilkada untuk mengantisipasi munculnya kasus-kasus baru covid di tengah masyarakat selama tahapan pilkada, ” tutur Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, Minggu (6/9).

Salah satu kecendekiaan KPU terkait penerapan protokol kesehatan ini antara lain persyaratan swab bagi paslon peserta pilkada & pembatasan jumlah rombongan yang siap ke KPU saat pendaftaran Pilkada. Protokol kesehatan juga akan diterapkan dalam tahapan pilkada lainnya termasuk saat pencoblosan 9 Desember kelak.

Hingga kini berdasarkan data Tim Gabungan Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, jumlah warga yang terkena virus korona di wilayah itu mencapai 8. 657 kasus. Ada penambahan kasus baru sebanyak 80 orang. Tercatat 1. 535 penanggung masih menjalani perawatan intensif serta 795 orang dinyatakan suspect terkena covid -19. Sementara jumlah awak yang meninggal dunia akibat covid -19 ini sebanyak 370 orang. Namun di sisi lain total penderita covid yang berhasil disembuhkan juga terus meningkat. Saat itu pasien sembuh mencapai 6. 752 orang dengan persentase 77, 99 persen.

baca juga:   Petugas Harus Tegas Tangani Pelanggar Adat Kesehatan Pilkada

Kota-kota besar di Kalsel seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Banjar dan Barito Kuala mencatat jumlah kasus covid tertinggi di wilayah tersebut. Di Kota Banjarmasin kasus positif virus korona mencaoai 2. 946 peristiwa, 157 di antaranya meninggal dunia. Terkait hal ini Wali Praja Banjarmasin, Ibnu Sina telah menginstruksikan penegakan protokol kesehatan dengan melakukan razia di lokasi rawan penyaluran covid seperti pasar dan wadah keramaian lainnya yang tertuang pada Perwali Nomor 68 Tahun 2020. (OL-3)