WAKIL Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta perusahaan farmasi nasional Bio Farma mempercepat buatan obat Covid 19. Salah satunya adalah obat Remdesivir.

Pernyataan Luhut disampaikan olehnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat Covid 19 pada Jakarta Pada Hari Sabtu (26/9).

Baca juga:   KPK Eksekusi Rohadi ke LP Sukamiskin

“Harus diupayakan untuk segera produksi pada negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan, ” ujar Luhut dalam bukti resminya, Senin (28/9).

Menko Maritim & Investasi itu juga meminta Bio Farma segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional mampu segera dilakukan.

“Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. kita kudu cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan, ” kata Luhut

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, yang hadir dalam rakor virtual mengatakan, bahwa dia akur untuk mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi remdesivir pada negeri.

“Saya back up untuk hajat obat apapun pasti akan awak dukung. Kami tinggal ajukan serta adakan bersama dengan BUMN & bersama dengan BPOM kami hendak koordinasi supaya segala sesuatu positif waktu dan kita tidak memproduksi kebijakan yang justru kita tak bisa menyelamatkan (pasien Covid), ” ucap Terawan.

Dirut Bio Farma Honesti juga menuturkan, pihaknya telah mengatur izin untuk memproduksi Remdesivir.

“Ada dua cara yang kami lakukan yakni kita mengadakan kerja sama secara India.   Sementara kita akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, Disamping izin impor, kami juga cukup riset untuk produksi dalam jati, ” pungkasnya. (OL-6)