PEREMPUAN Partai Golkar yang tergabung dalam organisasi sayap Gerakan Perempuan (GePe) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) berkomitmen untuk memberikan kemenangan kepada calon Wali Kota Surabaya bagian urut 2, Machfud Arifin, dalam Pemilihan Wali Kota 2020.  

Para-para perempuan ini memiliki keyakinan bahwa pemberdayaan masyarakat di bidang UMKM akan menjadi lebih baik jika Cak Machfud menjadi orang nomor satu di pemerintahan.

“Pemberdayaan masyarakat menjadi menghiraukan kami, pemberdayaan ini dapat dikerjakan di bidang UMKM seperti halnya Pak Machfud Arifin yang berkomitmen untuk ini, ” ujar Ketua GePe MKGR Jatim, Yuli Andriyani, Senin (26/10).

Pada Pilwalkot 2020, Machfud Arifin berpasangan dengan calon Pengantara Wali Kota  Mujiaman yang didukung delapan partai termasuk NasDem..

Lebih lanjut, Yuli mengatakan UMKM merupakan satu diantara pilar penyangga perekonomian masyarakat. Sebab karena itu, sektor tersebut kudu dimaksimalkan agar dapat memberikan konsekuensi positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

“Sektor UMKM harus bisa dimaksimalkan agar membantu perekonomian kota & masyarakat, apalagi di masa saat ini ini pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Karena itu, Pak Machfud Arifin adalah pilihan tepat untuk kepala pemerintahan Kota Surabaya, ” kata Yuli.

Sementara itu, Cawali Surabaya, Cak Machfud, mengatakan pemberdayaan masyarakat menggunakan UMKM akan digalakkan. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf 2019 ini menilai dengan pemberdayaan UMKM secara menyeluruh penguatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan.

Ia juga membaca program penggalakkan UMKM juga hendak dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Mulai dari permodalan, pelatihan, pendampingan dan pemasaran akan dibantu sebab pemerintah.

“Kita perjuangkan warga Kota Surabaya agar memiliki kekuatan ekonomi, lengah satunya dengan memberdayakan melalui UMKM. Tak hanya sekedar memberikan pelatihan tapi kita bantu secara lengkap, ” jelasnya.

Selain itu, Cak Machfud juga akan menggandeng organisasi pengasuh UMKM seperti Dekranas Indonesia ataupun pihak lain untuk memberikan pelatihan dan pembinaan. Hal ini berniat agar hasil produksi UMKM masyarakat Kota Surabaya memiliki kualitas mulia, hingga dapat menembus pasar domestik dan internasional.

“Tujuan kita adalah pasar nasional dan internasional, masyarakat tak akan berjuang sendirian, pemerintah mau hadir membantu, ” pungkas Aktivis Pemimpin Kota Surabaya yang lumrah peduli ini. (RO/OL-09)