Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

PELATIH kepala PSS Sleman Dejan Antonic mengiakan puas dengan capaian timnya yang berhasil merebut status ketiga turnamen pramusim Piala Menpora 2021.

PSS memenangi laga perebutan peringkat ketiga dengan skor 2-1 berasaskan PSM Makassar, kendati mereka harus menuntaskan pertandingan cuma dengan 10 pemain di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Memimpin melalui eksekusi penalti Irfan Jaya pada menit ke-30, PSS harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain lantaran surat merah yang diterima Fandhy Imbiri delapan menit lalu.

Keunggulan itu sempat lenyap akibat gol Sutanto di dalam menit ke-59, tetapi lima menit berselang Irkham Mila mampu membawa PSS kembali memimpin dan mempertahankannya maka bubaran.

Antonic memuji daya juang skuad Elang Istimewa Jawa, yang mampu memberi perlawanan bahkan mencetak gol penentu kemenangan ketika sudah melakoni situasi 10 lawan 11.

Baca serupa: Persija Langgeng Buru Kemenangan di Leg Kedua Final Piala Menpora

“Saya harus berterima beri kepada seluruh pemain, serta elemen di tim itu termasuk suporter. Hasil yang sangat penting untuk awak. Secara umum laga yang sulit karena kami tahu unggul dan mendapat kartu merah, ” kata Dejan Antonic.

Dejan meyakini pengalaman di Piala Menpora bakal menjadi pelajaran berharga bagi timnya dalam persiapan mengambil kompetisi Liga 1 yang rencananya bergulir mulai 3 Juli nanti.

“Kami melaksanakan turnamen ini, dengan buatan yang memuaskan. Kami akan kembali ke Sleman untuk menikmati prestasi ini, ” Dejan usai pertandingan.

Penalti pukul moral PSM

Sementara itu, Pelatih PSM Makassar Syamsyuddin Batolla mengaku hukuman tendangan penalti membuat mental pemainnya terpukul, terlebih skuadnya tak diperkuat pemain asing pada turnamen kali ini.

“Kami masih mengandalkan pemain wujud lokal. Kami memberikan kesempatan pemain muda tetapi mentalnya masih perlu dibenahi, ” kata Syamsyuddin.

Bek PSM Hasim Kipuw menilai kekalahan kontra PSS menjadi pengajian berharga terutama bagi para-para pemain muda yang butuh menambah jam terbang.

“Kami sudah menjalankan instruksi pembimbing, tetapi usaha masih invalid dan harus bekerja membengkil lagi terutama pemain bujang yang masih membutuhkan banyak pengalaman, ” katanya. (OL-4)