PEMERINTAH terus melakukan akselerasi peresapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, per 11 November 2020, anggaran yang sudah terealisasi mencapai Rp386, 01 triliun atau 55, 5% dari mutlak pagu Rp695, 2 triliun.

Blok perkiraan perlindungan sosial menjadi yang menyesatkan besar mengakselerasi pencairan yakni mencapai Rp181 triliun. Disusul bantuan untuk UMKM yang telah tersalur Rp95, 62 triliun.

Adapun, pencairan terendah berawal dari sisi pembiayaan korporasi dengan baru mencapai Rp2 triliun.

Melihat data-data yang ada, pemerintah pun memutuskan melakukan realokasi anggaran untuk beberapa sektor.

“Anggaran untuk perlindungan sosial ditambah dari Rp203, 9 triliun menjadi Rp234, 3 triliun. Tambahan tersebut diambil dari sektor yang penyalurannya lambat. Jadi total pagu tentu sama, ” Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko dalam webinar Sharing Session Implementasi Program PEN, Selasa (17/11).

Selain menambah anggaran perlindungan sosial, pemerintah juga menaikkan simpanan untuk sektor kesehatan dari awal Rp87, 5 triliun menjadi Rp97, 2 triliun.

“Anggaran Perlindungan Sosial serta Kesehatan naik cukup signifikan, pertama karena adanya program vaksinasi. Moga sampai akhir tahun bisa dioptimalkan, ” ucapnya.

Ia mengatakan kebijakan realokasi anggaran sudah diusulkan ke Departemen Keuangan dan kementerian teknis beserta Satuan Tugas PEN sehingga pelaksanaan bisa dilaksanakan secepatnya. (OL-8)