Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

PERJALANAN 176 tahun  The Straits Times   jelas merupakan sebuah perjalanan yang sangat panjang. Surat kabar ini menjadi barometer Singapura baik dalam menyajikan berita-berita yang meyakinkan maupun sebagai indikator ekonomi.

Setiap hari hadir dengan tiga segmen mulai isu nasional dan internasional, bisnis dan olahraga, hingga kehidupan. Kemajuan ekonomi Singapura bisa terlihat dari banyaknya iklan yang terpasang di surat kabar tersebut.

Tidak perlu heran apabila  The Straits Times   tumbuh sebagai entitas bisnis yang sehat. Di kolong naungan Singapore Press Holdings (SPH) begitu banyak tulisan kabar dan majalah yang kemudian diterbitkan. Bahkan, SPH pun berkembang ke bisnis-bisnis nonmedia dan saham mereka pun dicatatkan di Rekan Modal Singapura.

Era digitalisasi memaksa SPH melakukan transformasi. Mereka tidak bisa hanya tampil dalam bentuk cap, tetapi juga digital. Para-para wartawan mereka pun dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dengan baru. Dalam lima tahun terakhir puluhan juta dolar Singapura ditanamkan untuk menghadapi era digital.

Namun, seluruh transformasi itu tidak cukup untuk membuat  The Straits Times   bisa bertahan. Pandemi covid-19 memberikan dampak yang istimewa kepada keuangan SPH. Arahan iklan turun sangat drastis, padahal pengeluarannya tidak bisa dikurangi setajam penerimaannya.

Untuk pertama kalinya tahun awut-awutan SPH membukukan kerugian kira-kira S$83 juta, padahal setahun sebelumnya masih mencatatkan makna lebih dari S$200 juta. Padahal, tiras semua media di grup SPH tahun lalu masih naik 5%. Jumlah pembaca melalui jalan digital pun naik dua kali lipat mencapai 28 juta setiap bulannya.

Sesudah menyadari bahwa keadaan tak akan menjadi lebih indah pascapandemi covid-19, Direksi SPH memilih jalan baru. Model bisnis yang dijalankan diubah total. SPH diputuskan tidak lagi menjadi entitas usaha yang berorientasi kepada bayaran laba, tetapi menjadi institusi nonprofit.

Sebagai  company limited by guarantee   (CLG) selanjutnya SPH tidak harus menghadapi rapat pemegang saham untuk melaporkan neraca rugi-laba setiap tarikh. Pendanaan selanjutnya akan pegari dari donasi, baik dengan akan diberikan pemerintah maupun masyarakat yang merasa ingat kepada hadirnya media yang profesional dan mampu mempersembahkan berita-berita berkualitas serta meyakinkan.

Dukungan pemerintah

Pilihan untuk mengubah SPH menjadi CLG mendapatkan pertolongan dari pemerintah Singapura. Gajah Komunikasi dan Informasi S Iswaran dalam penjelasan pada Parlemen menegaskan langkah pemerintah untuk menyelamatkan SPH sebab kebangkrutan bertujuan menyelamatkan masa depan Singapura.

“Hadirnya jalan yang berkualitas tinggi, terlatih, dan dihormati, serta informasi yang ditulis wartawan Singapura untuk orang Singapura, sangatlah esensial untuk bisa melindungi masa depan bangsa ini, ” kata Iswaran, dengan sejak 15 Mei mengambil jabatan baru sebagai gajah perhubungan.

Peran untuk tetap menjaga kerukunan masyarakat dengan terdiri dari tiga ras, Tionghoa, Melayu, dan India, menjadi salah satu tugas yang harus dilakukan media nasional. Pemerintah Singapura benar mengharapkan kesadaran pengelola jalan untuk selalu menjaga persekutuan bangsa.

Mantan Menteri Perhubungan Khaw Boon Wan, dengan akan diserahi tugas menyelenggarakan SPH, menggarisbawahi pentingnya jalan untuk menyajikan berita dengan bisa dipercaya, apalagi pada tengah perubahan zaman, kala anak-anak muda Singapura bertambah suka membaca dari maklumat digital dan informasi dengan mereka dapatkan kebanyakan bersumber dari luar.

Kondisi itu akan bisa memperlemah ikatan kebangsaan dan hubungan antarmasyarakat karena media yang itu konsumsi tidak membawa perintah untuk itu. Belum lagi berita-berita palsu yang marak muncul di platform digital dan dengan cepat disebarkan di tengah masyarakat.

Laksana diingatkan Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada perayaan ulang tahun ke-170, tiga tugas yang harus terus dijalankan pengelola  The Straits Times   adalah ‘menyampaikan informasi, mengedukasi, dan menghibur’. Tantangan itu akan terus hidup dalam tengah perubahan zaman.

Biar tidak lagi menjadi entitas yang berorientasi kepada laba,   The Straits Times   pasti harus dikelola dengan penumpu manajemen yang profesional. Itu harus tetap mempertanggungjawabkan tata keuangan kepada mereka yang mendukung hadirnya jurnalisme berisi.

Memetik pelajaran

Apa yang dialami  The Straits Times   bukan hanya ialah persoalan yang dihadapi Singapura. Semua negara menghadapi urusan yang sama. Peran media buat ‘menginformasikan, mengedukasi, dan menghibur’ mengalami disrupsi.

Tiga perubahan besar yang membuat jalan massa sulit untuk melaksanakan peran mereka, pertama, ialah turun drastisnya penerimaan iklan karena diambil platform seperti  Facebook   dan  Google . Kedua, perhatian pembaca tersedot oleh media daring yang umumnya gratis. Ketiga, kultur membaca anak-anak muda berganti dari mendapat informasi melalui media cetak ke memperoleh informasi dari media baik atau  chat group .

Keadaan ini tentu tidak bisa terus dibiarkan berlangsung karena bisa berpengaruh terhadap eksistensi bangsa. Eksistensi informasi secara terus-menerus, setiap hari, dari luar tanpa mendapatkan konteks kepentingan nasional akan memengaruhi cara berpendapat dan juga cara berlaku bangsa tersebut.

Jepang melarang adanya kepemilikan asing pada industri media mereka sebab menyadari peran strategis dibanding media. Media nasional dengan berkualitas, profesional, dan meyakinkan dibutuhkan untuk ikut memelihara nilai-nilai bangsa dan di akhirnya soliditas dari bangsa itu.

Menteri Koordinator Kebijakan, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyadari kondisi berat yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, terutama di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Negara perlu terlihat untuk menyelamatkan media arus utama nasional karena pilihan lain informasi di tengah masyarakat akan dikuasai jalan sosial yang cenderung ‘ publish and be damned ‘ dan memecah belah.

Informasi melalui jalan sosial sudah sering kali menimbulkan kehebohan. Kita kerap tidak tahu sumber referensinya, tiba-tiba sudah menjadi perbantahan di tengah masyarakat.

Tetap ‘penyelamatan’ media arus sempurna bukan berarti harus menjadikan mereka sebagai media ajakan. Pemerintah Prancis membantu surat kabar  Le Monde   bukan untuk dikooptasi. Medianya tetap dibiarkan hadir dengan ruang redaksi yang independen, profesional, serta paham untuk menyajikan bahan yang mencerdaskan, mencerahkan, dan kredibel.

Tantangan berat dihadapi pengelola media untuk dapat melakukan perubahan besar. Para-para wartawan harus mau menjalani peningkatan kapasitas diri supaya siap menghadapi era digital. Bukan hanya cara main dan menulis yang kudu berubah, melainkan juga kemampuan untuk memahami kebutuhan para pembaca muda.

The Guardian , Inggris, telah mencanangkan dirinya sebagai ‘ a print jalan company with digital products ‘.   The Straits Times   sendiri menyebutkan muncul sebagai  ‘a digital media company with print products’ .

Khaw Boon Wan mengatakan transformasi SPH akan dilakukan mulai satu September mendatang. Perubahan contoh bisnis yang dilakukan tersebut baru awal dari seluruh perjalanan. Apakah  The Straits Times   akan bisa berhasil meninggalkan tantangan zaman, waktulah dengan akan menentukan kelak.