PENUH keluhan masyarakat terkait antrean yang lama di loket pendaftaran. Salah satunya, hal tersebut terjadi pada RSUD Merauke, Papua.

Melihat hal tersebut, salah seorang perawat, Johanes Ronald Gollop, mengembangkan aplikasi antrean anak obat di RSUD Merauke. Dia melegalkan kesulitan dan tantangan awal yang dihadapi yaitu belum semua umum paham tentang teknologi informasi, apalagi masyarakat pribumi di Merauke.

“Di bibir itu, minimnya infrastruktur telekomunikasi di beberapa daerah pedalaman/perdesaan, “ paparnya. Meski begitu, Johanes Ronald Gollop tak pernah putus asa dan terus mengembangkan aplikasi antrean pasien yang telah dimulainya.

“Hasilnya sejauh ini aplikasi itu hanya dimanfaatkan klub dalam wilayah kota dan sekitarnya yang terjangkau atau dalam coverage telekomunikasi serta yang dapat menggunakan gadget . Tumpuan ke depan semua daerah terisolasi di Papua bisa difasilitasi infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Apalagi dalam era digital saat ini, “ pungkasnya. (OL-14)