ANGGOTA Badan legislasi (Baleg) Arteria Dahlan mempertanyakan konsistensi politikus Golongan Demokrat Benny K Harman dalam pembahasan tingkat 1 Rancangan Peraturan (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) dengan berlangsung di Baleg. Arteria membicarakan, Benny jarang menghadiri rapat perdebatan tingkat 1 RUU Ciptaker.

“Coba deh cek Bang Benny masuk di Baleg kapan? Ikut rapat juga dapat dihitung pake jari. Jangan-jangan jari tangan aja   enggak sampai. Apa saja masukan dari beliau? DIM fraksinya apa saja, ” ungkap Arteria dalam keterangan resminya yang ia sampaikan kepada awak media dalam Jakarta, Sabtu (10/10).

Politikus PDIP itu mempertanyakan pernyataan Benny yang menyuarakan pembahasan pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dikerjakan secara tertutup dalam ruang kelam oleh Baleg. Secara tegas Arteria menepis dugaan tersebut. Menurutnya, seluruh norma, pasal, dan klaster yang ada dalam RUU Ciptaker dikerjakan secara transparan.

“Ini pembahasan RUU dengan sangat transparan. Dari detik baru sudah diliput oleh media elektronik, cetak, digital, hingga media baik. Begitu telanjangnya kerja-kerja Panitia Kegiatan (Panja) Baleg kita dalam mempercakapkan RUU Ciptaker, ” tegas Arteria.

Arteria pun meminta agar Benny bisa segera meralat ucapannya agar tak semakin menimbulkan keresahan publik terpaut RUU Ciptaker, khususnya klaster ketenagakerjaan. Semua materi muatan dalam RUU   Ciptaker memiliki kepentingan yang serupa seingga tidak ada satu pula pembahasan yang dilakukan secara tertutup.

“Bagi baleg semua materi muatan dalam RUU Ciptaker sama penting. Sesuai hebatnya untuk diperjuangkan. Tidak tersedia bagian yang tidak penting, semuanya penting dan pembahasan semua perkara diperlakukan sama, ” ungkapnya.

Arteria biar meminta publik untuk memutar balik video pembahasan DIM RUU Ciptaker klaster ketenagakerjaan. Dengan begitu, jemaah dapat melihat langsung fraksi mana saja yang betul-betul kritis terhadap pembahasan RUU Ciptaker.

“Saya masih ngegas   zaman pembahasan hingga detik terakhir. Tengah Bang Benny saat itu sedang banyak puja pujinya ke pemerintah, ” ungkapnya.

Arteria menegaskan, setiap anggota fraksi yang ada di DPR wajib menghormati setiap RUU yang sudah disahkan menjadi UU. Kalau ada hal yang kurang suka, sudah ada kanal konstitusi melalui gugatan uji materil ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kan memalukan anggota DPR kritis dan nyinyir di luaran, tidak di gelanggang dan medan perkelahian saat pembahasan UU di Baleg. Harusnya Bang Benny selaku bagian DPR dan fraksinya dapat menunggangi forum pembahasan UU ini dengan sebaik-baiknya, menghadirkan argumentasi-argumentasi yang berharta memberikan pengayaan bagi UU tersebut. Bukan sebaliknya, ” tandas Arteria. (P-2)