PEMPROV DKI Jakarta akan menetapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai   14 September 2020 untuk besar minggu ke depan. Perekonomian diperkirakan akan sangat berdampak.

Sesuai hukum ekonomi, bila kegiatan ekonomi dibatasi, perputaran uang berkurang sehingga pertumbuhan juga akan merosot. Maka dengan diberlakukannya lagi kebijakan ini di DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi kuartal ke III/2020 akan kembali negatif.

“Ekonomi tentu terdampak, pertumbuhan negatif, konsumsi melandai. Peranan DKI terhadap nasional hendak 17% lebih terhadap nasional. Jadi tentu akan terpengaruh terhadap ekonomi nasional. Belum lagi bila daerah-daerah di sekitar DKI Jakarta mengabulkan pembatasan, pasti besar pengaruhnya (ke ekonomi), ” kata Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus saat dihubungi, Kamis (10/9).

Namun langkah PSBB dipandang tepat. Pemerintah memang harus mengakhiri terlebih dahulu persoalan penularan virus covid-19 ini, bagaimana mengendalikan peningkatan kasus pandemi yang eksponensial.

“Ini harus diredam. Caranya tentu dengan karakter semua elemen, pemerintah, masyarakat, negeri usaha. Penting bagaimana masyarakat peraturan, Pemerintah membuat aturan yang bahana, dan masyarakat yang terkena konsekuensi langsung seperti masyarakat miskin & hampir miskin yang harus dipandang pertama kali bagaimana memberikan sandaran yang efektif, ” kata Ahmad Heri.

Kali ini sebagian masyarakat telah mulai   siap dan tidak lagi terjadi panik berbelanja. Pokok sektor untuk kebutuhan pokok lestari dibuka dengan mengedepankan protokol kesehatan tubuh. (E-1)