Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

ILMUWAN nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, tewas dalam jenis gres dari operasi yang kompleks. Bandingan bebuyutan Israel dan kelompok oposisi yang diasingkan menjadi tertuduh.

“Operasi itu sangat kompleks, menggunakan peralatan elektronik, dan tidak ada seorang pula yang hadir di tempat perihal, ” kata sekretaris Dewan Kesejahteraan Nasional Tertinggi Iran, Laksamana Ali Shamkhani, Senin (30/11).

Kata Shamkhani, Mujahidin Rakyat Iran (MEK) pasti terlibat bersama dengan rezim Zionis serta Mossad. Ini merujuk kepada negeri Israel dan badan keamanan.

“Musuh memakai metode yang benar-benar baru, profesional, dan terspesialisasi dan mencapai tujuannya, ” tambahnya tanpa merinci persenjataan yang terlibat.

Komentar Shamkhani muncul di wawancara video yang disiarkan oleh televisi pemerintah dan kantor berita Fars .

Tanpa mengambil sumber, Fars sendiri mengklaim bahwa penyerbuan itu dilakukan dengan bantuan bedil mesin otomatis yang dikendalikan dibanding jarak jauh dan dipasang di truk pikap.

Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu, menuduh Israel bertindak sebagai tentara bayaran bagi Amerika Serikat dengan melakukan pembunuhan itu.

Ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh meninggal pada Jumat karena luka-lukanya di rumah sakit. Taat Kementerian Pertahanan Iran, penyerang menargetkan mobilnya dan terlibat dalam dasar tembak dengan pengawalnya di asing ibu kota.

Musuh Iran telah memilah Fakhrizadeh sebagai target selama 20 tahun. Serangan itu sejatinya telah diantisipasi terjadi pada beberapa bintik.

“Pasukan keamanan telah memperkirakan kemungkinan serbuan terhadapnya, bahkan memperkirakan kemungkinan letak kejadian, ” katanya saat pemakaman ilmuwan di Teheran.

Namun mengingat frekuensi pemberitaan dalam dua puluh tarikh ini, “Sayangnya keseriusan yang diperlukan tidak diterapkan kali ini, ” tambahnya.

Menurut Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, Fakhrizadeh ialah salah utama deputinya dan mengepalai Organisasi Riset dan Inovasi Pertahanan kementeriannya secara fokus pada bidang pertahanan nuklir. (AFP/OL-14)