ALIRAN aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sudah beberapa kali dilakukan elemen mahasiswa maupun kalangan buruh. Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 setempat pun mengingatkan para pengunjuk rasa mengedepankan penerapan protokol kesehatan seandainya mereka kembali berdemonstrasi.

“Berkerumunnya para pengunjuk menikmati saat demo berlangsung tentu jadi kekhawatiran rentan terpapar covid-19. Apalagi kalau tidak menggunakan masker, ” kata Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Sabtu (17/10).

Ia tahu seandainya nanti terjadi lagi gerak laku unjuk rasa, para pendemo langgeng harus mengedepankan penerapan protokol kesehatan tubuh, seperti menggunakan masker, menjaga senggang, serta mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer. Terlebih, saat itu tren laju penyebaran covid-19 pada Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan pas signifikan.

“Mudah-mudahan saja tidak terjadi klaster dari aksi unjuk rasa kemarin, ” ucapnya.

Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi mengingatkan serupa potensi penyebaran melalui klaster rumpun. Bisa saja, pembawa virus tersebut orang tanpa gejala (OTG), tapi kondisi stamina orang yang tersedia di lingkungan keluarganya sedang mendarat.

“Yang membawa virus bisa jadi status atau stamina fisiknya bagus. Sebaliknya, kondisi fisik anggota keluarganya tidak bagus. Jadi ini rentan tertular, ” pungkasnya. (R-1)