Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

ASOSIASI Tenis Wanita (WTA) menobatkan petenis Amerika Serikat Sofia Kenin, 22, jadi pemain terbaik WTA tahun ini (WTA Player of the Year ). Kenin mendapatkan suara terbanyak setelah penampilannya yang gemilang sepanjang 2020 secara meraih gelar grand slam pada Australia Terbuka 2020.

Kenin menduduki peringkat empat dunia pada Desember ini, tetapi ini bukan kali baru gelar petenis terbaik WTA tidak jatuh pada petenis peringkat satu.

Kenin yang menjadi pendatang baru mengejutkan beberapa orang ketika memenangi grand slam pertamanya di Rod Laver Dunia, Januari lalu. Di semifinal, ia mengalahkan petenis nomor satu  dunia Ashleigh Barty.

“Rasanya seperti mimpi. Ego sangat senang dapat mengangkat trofi  ini. Kerja keras dan dedikasi selama bertahun-tahun telah membawaku ke sini. Rasanya istimewa dapat membagikan momen ini dengan kalian. Terima kasih, ” kata Kenin di dalam unggahan Instagram -nya seusai menang di Australia Terbuka.

Tidak hanya itu, Kenin serupa mencapai final Roland Garros pada Prancis Terbuka, Oktober lalu, meski kalah dari Iga Swiatek. Tempat tidak hanya memenangi satu sebab tiga grand slam yang digelar, tetapi juga satu-satunya pemain yang mencapai final di dua sebab tiga grand slam.

“Jelas aku bermain bagus di turnamen grand slam. Di Australia, saya menang, AS Terbuka, aku mencapai babak keempat menghadapi pertandingan yang sulit melayani Elise Mertens. Di sini, menuju final, ” ujar Kenin seusai menang di semifi nal Roland Garros.

Prestasi gemilang tersebut yang meng antarkannya pada peringkat empat negeri, tertinggi dalam kariernya. Kenin menjadi petenis Amerika Serikat kedelapan yang memenangi penghargaan WTA Player of the Year, bergabung bersama Serena Williams, Martina Navratilova, Lindsay Davenport, Tracy Austin, Chris Evert, Venus Williams, dan Jennifer Capriati.

Kerja keras

Kenin mengenal tenis dari ayahnya, Alex Kenin, yang menjadi sopir taksi sebelum lalu melatih sang putri. Bakat Sofia sebenarnya sudah tampak dari kecil, tapi sebagai pendatang  karena ayahnya berasal dari Uni Soviet, tempat sulit untuk bisa bermain pada lapangan tenis.

Kenin mengatakan, ayahnya tak punya pengalaman sebelumnya di tenis dan belajar hanya dengan menginvestigasi orang-orang di sekitarnya. Postur Sofia yang lebih rendah dari sama waktu  itu juga sempat menjelma cemoohan ketika di lapangan, tapi sang ayah membesarkan hatinya.

“Dia melihat bagaimana pelatih lain melatih para pemainnya, tapi dia tahu semuanya, ” kata Kenin setelah menundukkan grand slam pertamanya.

“Dia tahu apa yang dia bicarakan, dia betul tahu itu dan muncul dengan rencana yang tepat, ” ujarnya.

Dengan strategi sang ayah yang selalu mendampingi di pinggir lapangan, Sofia tampil memukau di Melbourne secara menyingkirkan sejumlah petenis papan atas hingga berlanjut ke Paris.

“Aku betul berterima kasih kepadanya. Kami sudah memimpikan ini, ini adalah bersemangat yang menjadi kenyataan bagi awak, ” kata dia. “Meski terkadang aku tak suka mengakuinya, akan tetapi dia benar. Ya, dia menyala sangat keras. Apresiasi untuknya. Awak bisa  berbagi ini selamanya, ” imbuhnya. (Ant/H-3)