GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan mengintensifkan penjagaan dan penegakkan disiplin protokol kesehatan di masa PSBB yang balik dilaksanakan pada Senin (14/9).

Dalam penegakkan sanksi itu, Anies mengatakan bakal ada keterlibatan TNI dan Polri yang lebih aktif lagi.

TNI serta Polri, kata Anies, akan rajin bersama Satpol PP dan sistem perangkat daerah (OPD) untuk menegakkan aturan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menggembala jarak atau 3M.

Baca pula: Jika Kasus Covid-19 tidak Turun, PSBB Bisa Otomatis Diperpanjang

“Kemudian protokol kesehatan ini akan diintensifkan. Penegakan disiplin dilakukan beriringan nanti oleh Polri, TNI, Satpol PP, beserta dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang sudah ditugaskan, ” kata Anies, Minggu (13/9).

Penegakkan aturan ini dilakukan agar kejadian penularan covid-19 bisa semakin redup.

“Kita akan mengintensikan di dua pekan ke depan. Mudah-mudahan pekan-pekan berikutnya kondisi sudah lebih baik jadi kedisiplinan bisa lebih terjamin, ” ungkapnya.

Aturan protokol kesehatan ditegakkan dibarengi dengan kegiatan ‘active case finding’ oleh Dinas Kesehatan guna mengidentifikasi warga yang terpapar covid-19 namun tidak bergejala.

Identifikasi ini penting buat mengisolasi warga yang terpapar covid-19 sehingga tidak menularkan covid-19 pada warga lainnya.

“Dinas Kesehatan melalui Puskesmas akan melakukan active case finding. Dan setiap masyarakat yang ditemui dalam kegiatan active case finding wajib untuk menerima kegiatan testing untuk menyelamatkan yang bersangkutan. Masa yang bersangkutan itu memiliki potensi positif wajib untuk dites. Penentuannya oleh tim Dinas Kesehatan, ” tandasnya. (OL-1)