Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengajak tokoh lin agama membuat program  membikin daya imunitas dan kekebalan bangsa untuk menghadapi simpulan radikal terorisme.
 
“BNPT meyakini kalau para tokoh semuanya yang hadir ini merupakan ‘guru’, pencerah bagi para umat di lingkungan agamanya per. Tentu menjadi kewajiban kita bersama menjaga imunitas kerabat dari berbagai pengaruh-pengaruh virus yang membahayakan umat, ” ujar Boy Rafli di Jakarta, Sabtu (10/4).
 
Hal ini diungkapkan mantan Kapolda Papua ini saat acara Dialog Kebangsaan bersama Gugus Perintah Pemuka Agama yang terlibat Lembaga Persahabatan Ormas Keyakinan (LPOK) yang juga menghadirkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di kedudukan rencana berdirinya Taman Miniatur 99 Masjid Dunia yang dikelola Yayasan Amanah Kita, di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/4) malam.
 
Dalam acara tersebut, Boy Rafli mengatakan kalau pertemuan dengan para arsitek lintas agama dilaksanakan untuk bersama-sama melaksanakan program membuat daya imunitas dan kekuatan bangsa untuk menghadapi berbagai macam virus seperti virus radikalisme yang menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia.
 
Karena itu, katanya, sangat penting melakukan silaturahim dengan para tokoh lintas agama yang tergabung dalam LPOK ini. Tempat menyampaikan bahwa berkaitan secara tugas BNPT, yang menjelma konsentrasi ialah virus yang disebarluaskan oleh pihak-pihak dengan mengusung ideologi terorisme.

Baca juga: Bersyukur dan Bertakwa Itu Mudah Dikatakan Tapi Sulit Dilakukan

 
Ia menyebut ideologi terorisme itu karakteristiknya yaitu intoleran, antikemanusiaan, memanipulasi teks-teks ajaran agama, termasuk juga mudah mengelirukan pihak-pihak lain yang tidak sejalan pemikirannya dengan tempat dan kecenderungannya bahkan melaksanakan yang bersifat destruktif.
 
Anggota Wantimpres Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menyampaikan tidak mungkin BNPT dapat bekerja sendiri dalam pencegahan paham radikalisme ini, sehingga perlu fakta para tokoh lintas petunjuk untuk memikirkan generasi penerus bangsa menjadi pembangun-pembangun bani.
 
Menurut Habib Luthfi, menjadi PR bersama untuk mencegah pengaruh-pengaruh yang akan melenturkan nasionalisme yang ada di republik tercinta ini.

Turut sedia dalam pertemuan tersebut para perwakilan dari seluruh ormas keagamaan itu, yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad al Islamiyah, Ittihadiyah, Perserikatan Tarbiyah islamiyah (Perti), Mathlaul Anwar (MA), Az Zikra, Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Persatuan Islam Tionghoa Nusantara (PITI), Syarikat Islam Nusantara, Al Washliyah, Persatuan Kaum muslimin, Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), Nahdlatul Wathan, beserta dari Majelis Ulama Nusantara (MUI).    

Selain itu hadir juga agen dari Persekutuan Gereja Nusantara (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Keyakinan Konghucu Indonesia (Matakin). (Ant/S-2)